Rabu, 30 Desember 2009

Asa AbaNk PAtO...

| |
0 Komentar

Striker AC Milan, Alexandre Pato haqul yakin Il Diavolo Rosso mampu mengakhiri paceklik gelar juara tahun depan. Pato percaya Milan memiliki kualitas yang dibutuhkan untuk merengkuh gelar juara di Serie A dan Liga Champions sekaligus.

Milan selalu gagal mengumbar ambisi merebut gelar juara sejak memenangi Piala Super Eropa di 2007. Penyerang internasional Brasil ini meyakini betul bahwa Leonardo memiliki kemampuan dan skuad yang mumpuni untuk mengembalikan Milan menjadi klub terbaik baik di level domestik maupun regional.

“Leonardo sosok yang memiliki ide-ide tegas dan kami (skuad Milan) memunyai beberapa opsi,” kata “Si Bebek” kepada La Stampa. “Jika Ronaldinho atau saya berhalangan, Leonardo bisa menurunkan (David) Beckham, (Ignazio) Abate atau (Davide) Di Gennaro.”

Beckham hari ini dijadwalkan sudah bisa bergabung dengan Pato dkk, yang untuk kedua kalinya dipinjamkan dari Los Angeles Galaxy. “Dia (Beckham) akan memberi kontribusi besar buat kami dalam upaya meraih scudetto. Saya percaya akan hal itu dan kami juga memiliki kualitas untuk menjuarai Liga Champions juga.”

Rossoneri saat ini tertinggal delapan poin dari musuh satu kotanya, Inter Milan, yang menghuni puncak klasemen Serie A. Namun Milan memiliki satu pertandingan lebih di tangan setelah partai kontra Fiorentina ditunda akibat badai salju sebelum rehat Natal dan Tahun Baru. Sementara di Liga Champions, Milan harus melewati Manchester United di babak perempat final.
Read More

JadWal Pertandingan selama januari..

| |
0 Komentar
MILAN - Berikut adalah jadwal lengkap pertandingan resmi AC Milan selama Januari 2010...

Berikut adalah rincian matches:

  • Rabu 6 Januari 2009, 20,45, Milan-Genoa, Matchday18 Serie A
  • Minggu 10 Januari 2009, 20,45, Juventus-Milan, Matchday 19 Serie A
  • Rabu 13 Januari 2009, 16,00, Milan-Novara, Perdelapan Finals TIM Cup
  • Minggu 17 Januari 2009, 15,00, Milan-Siena, Matchday 20 Serie A
  • Rabu 20 Januari 2009, pemenang Milan-Novara melawan pemenang Udinese-Lumezzane
  • Sunday 24 Januari 2009, 20,45, Inter-Milan, Matchday 21 Serie A
  • Rabu, 27 Januari 2009 20,45, Fiorentina-Milan, Matchday 17 Serie A
  • Minggu 31 Januari 2009, 15,00, Milan-Livorno, Matchday 22 Serie A

NB:Waktu pertandingan dalam Zone Waktu CET (Central Europe Time) klo dikonversikan ke waktu Indo tinggal ditambahkan 6 jam setelah waktu CET.
Read More

Senin, 28 Desember 2009

Report Goalkeeper selama tahun 2009

| |
0 Komentar
MILAN - tahun 2009, penjaga gawang Rossoneri dimulai dengan hirarki ini: Christian Abbiati, Nelson Dida dan Zelijko Kalac, berurutan. Pada awal tahun, Christian Abbiati mengukuhkan dirinya sebagai protagonis, seperti ketika ia telah membuktikan di bulan-bulan sebelumnya. Periode pertama adalah miliknya. Christian Abbiati - Januari-Maret 2009, permainan yang dimainkan: Milan-Fiorentina 1-0, Bologna-Milan 1-4, Milan-Genoa 1-1, Lazio-Milan 0-3, Milan-Reggina 1-1, Inter-Milan 2-1, Milan-Cagliari 1-0, Sampdoria-Milan 2-1, Milan-Atalanta 3-0, Siena-Milan 1-5. Dua pertandingan Piala UEFA dengan Werder Bremen dimainkan oleh Nelson Dida. Di paruh pertama pertandingan melawan Siena, dalam bentrokan tak sengaja dengan Giuseppe Favalli, Abbiati mengalami cedera. Pada 30 Maret 2009, tim profesor Martens mengoperasi cruciate ligament lutut kanan Abbiati. Sementara itu, gawang dijaga oleh pemain sukses dan veteran Rossoneri. NELSON Dida - Maret-Mei 2009 permainan yang dimainkan: Siena-Milan 1-5, Napoli-Milan 0-0, Milan-Lecce 2-0, Chievo-Milan 0-1, Milan-Torino 5-1, Milan-Palermo 3-0, Catania-Milan 0-2, Udinese-Milan 2-1, Milan-Roma 2-3, Fiorentina-Milan 0-2. Pertandingan antara Milan dan Juventus di San Siro, berakhir 1-1, dimainkan oleh Zelijko Kalac. Pada saat kamp pelatihan tahun 2009, pada 6 Juli kiper Rossoneri ada empat: Abbiati dan Dida, terluka, Storari dan Kalac, tersedia. Marco Storari dihubungi saat pertandingan 31 Mei antara Fiorentina dan Milan, dan bermain sangat baik selama pertandingan persahabatan. Pada tanggal 13 Agustus itu hari penting: Kalac meninggalkan Milan, sedangkan Flavio Roma tiba dari Monaco. Marco Storari - Agustus-Oktober 2009, permainan yang dimainkan: Siena-Milan 1-2, Milan-Inter 0-4, Livorno-Milan 0-0, Milan-Bologna 1-0, Udinese-Milan 1-0, Milan-Bari 0-0, Milan-Zurigo 0-1, Atalanta-Milan 1-1. Pada pagi hari tanggal 18 Oktober 2009, Marco Storari mengalami cedera selama pelatihan di Milanelo. Dida kembali dibawah mistar. NELSON Dida - Oktober-Desember 2009: Milan-Roma 2-1, Real Madrid-Milan 2-3, Chievo-Milan 1-2, Napoli-Milan 2-2, Milan-Parma 2-0, Milan-Real Madrid 1 -- 1, Lazio-Milan 1-2, Milan-Cagliari 4-3, Milan-Marsiglia 1-1, Catania-Milan 0-2, Milan-Sampdoria 3-0, Zurigo-Milan 1-1, Milan-Palermo 0-2 . Dalam berbagai kasus, sepanjang 2009, meskipun dengan empat pergantian peran penjaga gawang, Milan selalu memiliki pemain siap di bawah mistar, tanpa pernah mengalami masalah yang penting dalam hal performa. Sebaliknya, gawang selalu dijaga dengan kualitas, oleh Abbiati, Storari dan Dida.
Read More

Report Lini Pertahanan selama tahun 2009

| |
0 Komentar
MILAN - tahun 2009 kini telah berakhir, setidaknya dari permainan resmi di tingkat klub, dimulai dengan dua pemain dari sentral pertahanan cedera. Yaitu, Daniele Bonera dan Alessandro Nesta. Mantan pemain Brescia dan Parma pergi dioperasi pada 11 Desember 2008, sedangkan mantan pemain Azzurri itu mencoba pulih dari cedera punggung yang dia kemudian dioperasi pada 17 Februari 2009. Selama 2009, bahkan Kaladze dan Marek Jankulovski juga mengalami operasi. Secara khusus, Daniele Bonera kemudian harus menghadapi masalah lain: hernia, yang setelah kemenangan 3-0 Milan-Atalanta 8 Maret tahun ini, ia tidak pernah kembali di lapangan dan akan kembali untuk berlatih pada hari Senin tanggal 28 Desember. Setelah mempertimbangkan semua ini, Milan punya dua momen besar selama tahun ini dari Januari hingga Mei 2009, duo sentral pertahanan yang bermain paling banyak adalah Maldini-Favalli, dengan Zambrotta dan Jankulovski (bahkan Flamini dalam dua bulan terakhir) di sayap. Sebaliknya, dari bulan Agustus sampai sekarang, yang paling banyak jumlah permainan bersama di lini pertahanan Milan dimainkan oleh Nesta-Thiago Silva duo, dengan Oddo dan Zambrotta di sayap. Menyusul cedera Oddo November 25 melawan Marseille, Abate dan Antonini sering dimainkan. Maldini-Favalli - Januari-Mei 2009, permainan yang dimainkan: Milan-Fiorentina 1-0, Milan-Cagliari 1-0, Siena-Milan 1-5, Napoli-Milan 0-0, Milan-Lecce 2-0, Milan - Palermo 3-0, Catania-Milan 0-2, Milan-Roma 2-3, Fiorentina-Milan 0-2. Selama musim panas, transfer baru utama di departemen pertahanan berada di urutan ini: perpisahan dari Paolo Maldini, dengan pendaftaran Thiago Silva yang sudah berada di Milan selama sesi pelatihan sejak Januari, kepergian Philippe Senderos dan kedatangan Oguchi Onyewu yang cedera dengan tim nasional. Sementara itu, duet defensif pusat konsolidasi itu sendiri. Nesta-Thiago Silva - Agustus-Desember 2009, permainan yang dimainkan: Siena-Milan 1-2, Inter-Milan 0-4, Livorno-Milan 0-0, Marseille-Milan 1-2, Milan-Roma 2-1, Real Madrid-Milan 2-3, Chievo-Milan 1-2, Milan-Real Madrid 1-1, Lazio-Milan 1-2, Milan-Marseille 1-1, Catania-Milan 0-2, Milan-Sampdoria 3-0.
Read More

Sabtu, 26 Desember 2009

"Mari kembali ke awal 1990-an"

| |
0 Komentar
Berkat prestasi menjulang AC Milan pada kurun waktu itu, setelah keterpurukan skandal Totonero, sorotan penuh sepakbola dunia mengarah ke Milanello.

Trio Belanda masih berada pada periode keemasannya. Ruud Gullit, Frank Rijkaard, dan Marco van Basten. Tiga pemain Oranje yang selalu diandalkan pelatih Arrigo Sacchi, dan tak tergantikan. Saat Sacchi meninggalkan posnya untuk menjadi arsitek timnas Italia pada 1991, pelatih tak bereputasi Fabio Capello muncul sebagai penerusnya....

Status kebintangan itu ternyata mengakibatkan kepongahan bagi skuad Rossoneri. Sebuah bumerang. Saat berupaya mempertahankan gelar raja Eropa pada Liga Champions 1991, para pemain bintang ini bertingkah.

Pada pertandingan perempat-final Liga Champions, Milan berhadapan dengan klub tak diunggulkan asal Prancis, Olympique Marseille. Klub kota pelabuhan itu dimiliki rekan Berlusconi, Bernard Tapie, yang juga berambisi merajai Eropa. Franz Beckenbauer, pelatih juara dunia 1990, direkrut menjadi arsitek tim. Para pemain andalannya seperti Carlos Mozer, Chris Waddle, Abedi Pele, Dragan Stojkovic, Basile Boli, dan kapten Jean-Pierre Papin.

Hasil di atas lapangan berbicara. Leg pertama di San Siro, kedua tim bermain imbang 1-1. Di stadion Velodrome, Milan sadar harus mendulang gol jika ingin lolos ke babak selanjutnya. Hingga dua menit sebelum pertandingan berakhir, Rossoneri tak kunjung mencetak gol. Entah kebetulan entah tidak, lampu di satu sisi stadion mati. Para pemain Milan protes dan emoh melanjutkan pertandingan. Wasit menolak dan meminta pertandingan diteruskan. Instruksi itu diabaikan para bintang Milan dan mereka memilih meninggalkan lapangan. Buntutnya, UEFA menganggap Milan kalah WO dan memberinya sanksi larangan bermain di Eropa selama setahun.

Bagaimanapun, Capello mengubah Milan menjadi tim yang tak terkalahkan selama 58 pertandingan antara 19 Mei 1991 hingga 21 Maret 1993. Milan pun tak butuh waktu lama untuk kembali ke kompetisi antarklub terbaik Eropa itu. Musim 1992-93, mereka kembali masih dengan status sebagai juara Serie A. Kekuatan tim tak jauh berubah, masih diperkuat serangkaian pemain berkualitas -- asing dan domestik. Sebutan "The Dream Team" disematkan media untuk mereka.

Istilah tersebut sesungguhnya lebih dulu dipakai untuk menyebut tim bola basket Amerika Serikat menjelang Olimpiade Barcelona 1992. Sejak IOC menyetujui cabang bola basket dimainkan oleh pemain profesional -- demi menyedot penonton -- siapa lagi favorit penggondol medali emas kalau bukan AS, yang diperkuat jebolan NBA antara lain Michael Jordan, Earvin "Magic" Johnson, Larry Bird, Charles Barkley, Karl Malone, Scottie Pippen, David Robinson, Patrick Ewing, dan lain-lain. Kekuatan tim yang hanya pernah dapat dibayangkan di awang-awang.

Pers sepakbola gatal untuk menggunakan terminologi serupa. Dari sekian banyak klub kaya Eropa lain, dipilihlah Milan. Tak salah. Selain tampil tak terkalahkan, kala itu Milan diperkuat enam pemain asing sekaligus. Tak ada bandingannya di Eropa. Mohon maklum, sepakbola belum seperti sekarang ini. Jumlah pemain asing dibatasi maksimal tiga orang di atas lapangan, dan hanya klub kaya sajalah yang mau menghambur-hamburkan uangnya untuk memainkan tiga orang di lapangan dan mendiamkan tiga yang lain di bangku cadangan.

Trio Belanda masih memperkuat tim. Jean-Pierre Papin, Zvonimir Boban, dan Dejan Savicevic melengkapi slot yang tersisa. Milan juga mencetak rekor transfer termahal dunia saat itu dengan merekrut Gianluigi Lentini dari Torino senilai £13 juta.

Wajar kalau Capello dibebankan target untuk kembali menempatkan Milan ke tampuk yang sesungguhnya -- raja Eropa. Mohon maklum lagi, selain masih ada dua kompetisi antarklub Eropa lain saat itu, Piala Winners dan Piala UEFA, Liga Champions hanya menyertakan juara kompetisi domestik. Target yang sepadan dengan materi tim.

Tanpa banyak kesulitan, Milan melaju mulus ke final Liga Champions dengan rekor kemenangan 100 persen. Dalam 10 pertandingan, Milan mencetak 23 gol dan hanya kebobolan sekali.

Siapa yang sanggup menghadang laju Rossoneri? Ya, lagi-lagi Marseille. Dilatih pelatih kawakan Raymond Goethals; Didier Deschamps, Alen Boksic, Rudi Voeller, Franc Sauzee, Jocelyn Angloma, dkk. lagi-lagi menjadi batu sandungan Rossoneri. Sundulan Basile Boli ke gawang Sebastiano Rossi di stadion Olimpiade, Muenchen, memupus ambisi itu. Milan, "The Dream Team", runtuh.

Kelak Van Basten tidak pernah lagi turun ke lapangan hijau sejak final Liga Champions 1993. Pemain yang dijuluki fans Milan "San Marco" itu pensiun setahun setelahnya. Kelak pula gelar juara Marseille dicabut, tapi tidak diberikan kepada runner up, karena terbukti melakukan pengaturan pertandingan.

Awal musim 1993-94, skuad Milan dirombak besar-besaran. Capello dicibir, publik meragukan kapasitasnya mengulang sukses. Capello bergeming. Dua pemain favorit Sacchi, Gullit dan Rijkaard, dibuang. Gullit, yang vokal, dipinjamkan ke Sampdoria dan Rijkaard mudik ke Ajax Amsterdam. Selain Papin, Florin Raducioiu, dan Brian Laudrup, Capello lebih memercayakan Boban, Savicevic, dan pemain yang baru diboyong dari Marseille, Marcel Desailly, dalam skuadnya. Tapi, Milan sukses mempertahankan scudetto sekaligus mencetak rekor tiga musim berturut-turut menjuarai Serie A. Tinggal satu lagi tugas Capello, gelar Liga Champions!

Sempat tertatih-tatih dan tak terlalu meyakinkan, Milan mampu menekuk Paris St Germain -- dengan George Weah dan David Ginola -- yang lebih difavoritkan di semifinal. Lawan mereka di final Barcelona, yang dilatih Johan Cruyff dan diperkuat sederetan pemain hebat macam Ronald Koeman, Hristo Stoichkov, Romario, Miguel Angel Nadal, Josep Guardiola, dan Andoni Zubizaretta. Sebuah jelmaan "Dream Team" yang baru. Sialnya pula, Capello tak dapat memainkan duet pertahanan Alessandro Costacurta dan Franco Baresi di partai puncak karena cedera dan hukuman akumulasi kartu.

Athena pun menjadi saksi keruntuhan "Dream Team" yang lain lagi. Fans Barca yang mendominasi bangku stadion terbungkam oleh keakuratan strategi Capello. Setiap kali Ronald Koeman naik menyerang, setiap itu pula para pemain Milan memanfaatkan celah yang ditinggalkan. Daniele Massaro mencetak dua gol; Savicevic mencetak gol dari sudut mustahil; dan Desailly menuntaskannya. Milan menang besar 4-0. Pemain cadangan abadi macam Filippo Galli dan Stefano Nava pun turut merasakan indahnya menaklukkan Eropa pada sebuah malam gemilang di Athena.

Punah sudah era "Dream Team". Setelahnya, Dekrit Bosman diberlakukan sehingga klub-klub bebas menggunakan pemain asal Uni Eropa dalam skuadnya. Pembatasan pemain asing dihapus. Seiring dengan itu, restrukturisasi liga domestik Inggris menjadi Liga Primer mulai menampakkan hasil. Modal membanjir dan membuat klub-klub Inggris kaya mendadak. Chelsea membangun timnya dari kualitas para pemain asing, begitu juga Inter Milan di Italia.

Seorang pria ambisius bernama Florentino Perez menghidupkan kembali tim fantasi versinya sendiri bersama Real Madrid pada pergantian abad. Tapi di tengah situasi sepakbola modern yang makin mengandalkan kekuatan modal, bagi mereka yang pernah menggilai masa lalu sepakbola, takkan pernah ada lagi "The Dream Team" yang sesungguhnya...
Read More

"True Story Andrea Sang Milanisti Sejati"

| |
0 Komentar
Untuk para penggemar setia sepak bola. Tidak peduli apakah anda seorang pengemar fanatic sebuah klub atau tidak, ada satu cerita menarik yang ingin saya sampaikan pada kesempatan ini. Anda pasti kenal ACMilan klub asal italy yang pada mei tahun 2002-03 berhasil menggondol trophy liga champion setelah mengalahkan juventus dibabak final Bukan cerita dibalik adu pinalti yang saya bahas karena saya memang bukan komentator sepakbola yang sok pintar seperti yang ada dilayer televisi. Beberapa bulan sebelum pertandingan final piala championy yaitu pada maret 2003 ada kejadian heboh di kota milano markas besar ACMilan.
Waktu itu seorang penggemar setia Milan yang bernama Andrea dan masih berumur 12 tahun menderita leukemia. Karena penyakitnya sudah tergolong kronis dan dokter juga sudah angkat tangan, Andre pun tinggal menikmati detik detik terakhir hidupnya. Menjelang detik detik terakhir sang bocahhanya memiliki satu permintaan. Menurut anda apa kira kira permintaan si Andrea..?? yang pasti si Andrea tidak meminta makanan yang enak, mainan yang canggih, rumah atau mobil mewah..lalu apa dong..????Andrea hanya punya satu harapan, dia berharap bisa melihat senyum Paolo Maldini kapten AC Milan untuk yang terakhir kalinya.Alangkah terkejutnya sang kapten setelah mengetahui permintaan Andrea.
Esoknya Maldini dengan satu kostum merah hitam bernomor punggung 3, plus foto dan tanda tangannya datang kerumah sakit tempat Andrea dirawat.Akan tetapi semua menjadi sia sia karena sang bocah sudah keburu meninggal dunia. Apa mau dikata, niat baik dari sang kapten ternyata harus berakhir dengan keharuan. Ternyata bukan itu saja, Andrea masih meninggalkan keharuanyang lebih mendalam. Sebelum mengembuskan nafas terakhirnya, Andrea sempat menulis sebuah pesan di secarik kertas kecil.Pesan yang sangat mengharukan yang menunjukkan keinginan serta semangat Andrea yang mulia. Ada satu kalimat yang sampai kini tidak bisa dilupakanoleh pemain Milan, khususnya Paolo Maldini.
Andrea menulis " saya sungguh tidak menyesal ketika saya tidak bisa melihat senyum pangeran saya untuk yang terakhir kali, karena saya akan melihatsenyuman dia dari atas sana pada final piala champion
mei nanti di oldTrafford, sewaktu dia mengangkat tinggi tinggi trophy itu"Pesan berikutnya dari Andrea adalah " setelah scudetto mustahil untuk direbut, tolong berjanjilah kepada saya bawalah trophy
liga champion itu kembali ke kota Milan. Saya memang sudah tidak ada lagi sekarang tetapisemangat dan dukungan saya akan selalu ada didalam diri kalian. Saya akan mendukung kalian dari atas sana "
Dan setelah tiga bulan berlalu setelah Milan berhasil mengalahkan juventus di final liga champion, Maldini bersama Leonardo,gatuso, costacurta, dan beberapa staff dari Milan foundation berziarah ke makam
Andrea dengan membawa trophy champion ke tempat peristirahatanterakhir sang bocah.Dengan bijak, Maldini mengatakan " saya tentu masih ingat kejadian itu. Saya hanya bisa menangis sewaktu melihat Andrea dimakamkan dengan kostum kebesaran Rossoneri sambil memeluk boneka beruang dan sebuah album berisi foto foto kami "" waktu itu saya telah bersumpah untuk membawa Milan menjadi juara champion.Saya juga sudah berjanji pada diri saya dan Andrea bahwa saya akan bawa trophy itu ke makam ini ".
Read More

Kamis, 24 Desember 2009

Download lagu - Lagu AC MILAN...

| |
0 Komentar
Read More

:: Inler & Dzeko Jadi Incaran Utama Milan ::

| |
0 Komentar
(Direksi AC Milan akan menyisakan anggaran untuk menambah kekuatan tim Januari mendatang dan dua nama pemain masuk daftar utama)

Menurut Il Corriere dello Sport, pelatih AC Milan Leonardo menanti lampu hijau untuk bergerak di bursa transfer.

Leonardo masih menunggu hasil negosiasi kontrak dengan beberapa anggota skuad, terutama tim taruna, sebelum memastikan anggaran musim depan.

Meski disebutkan takkan ada belanja musim dingin, tampaknya direksi Milan dapat menyisakan anggaran untuk memperkuat tim Januari mendatang.

Dua pemain incaran pun langsung ditetapkan, yakni gelandang Udinese Gokhan Inler dan striker Vfl Wolfsburg Edin Dzeko.

Jika transfer Inler dapat dilakukan dengan cepat, proses negosiasi Dzeko agaknya lebih sulit.

Beberapa klub berhasrat mendapatkan penyerang internasional Bosnia-Herzegovina itu, seperti Chelsea. Apalagi, negosiasi Milan dengan Wolfsburg untuk mendatangkan sang pemain mandek musim panas lalu.
Read More

Milanello Sports Centre..

| |
0 Komentar
Diresktrukturusasi dan renovasi ulang secara sempurna pada masa kepemimpinan Silvio Berlusconi. Milanello kini adalah pusat olahraga paling prestisius dan inovatif di Eropa. Berlokasi di sebuah bukit pada 300m di atas permukaan laut, dengan jarak hanya 50km dari kota Milan, dan dekat kota Varese, Milanello dapat dicapai dengan mudah melalui jalan raya. Pusat olahraga ini, dibangun pada tahun 1963, yang bertempat diatas padang rumput seluas 160.000 meter persegi, yang juga terdiri dari hutan cemara dan danau kecil yang berlokasi antara kota Carnago, Cassano Magnago dan Cairate. Milanello saat ini merepresentasikan sebuah aset penting tidak hanya untuk klub AC Milan, namun juga untuk sistem sepakbola Italia secara keseluruhan. Hal ini terlihat dari kesungguhan Andrea Rizzoli dalam membangunnya. Kelanjutannya ditegaskan oleh Silvio Berlusconi, yang bersamanya berharap agar dapat menyediakan pelatih, trainer, dan pemain sebuah pusat olahraga komprehensif yang didesain untuk segala kebutuhannya. Fasilitas tingkat lanjut di Milanello pernah digunakan juga oleh Asosiasi Sepakbola Italia (FIGC-PSSI nya Italia) untuk persiapan tim nasional untuk turnamen-turnamen penting seperti Piala Eropa tahun 1988, 1996, dan 2000. Dengan kelengkapannya, Milanello terdiri dari enam lapangan reguler, 1 rumput sintesis (seluas 35x30m), 1 lapangan indoor dengan tanah sintesis (42x24m), dan sebuah lapangan rumput kecil outdoor yang disebut "CAGE", karena lapangan tersebut dikelilingi tembok setinggi 2,3m dan ditutup pagar setinggi 2,5m. Di dalam cage, permainan tidak akan pernah berhenti, dengan bola selalu bergerak agar dapat menambah kecepatan. Lintasan lari terbuat dari papan kayu dengan panjang sekitar 1.200m dalam berbagai variasi ketinggian yang sering digunakan selama musim pertandingan untuk pelatihan fisik (berlari dan bersepeda) dan pemulihan cedera pemain. Gedung utama adalah pusat gedung dengan dua lantai (plus basement) kantor, ruang pemain, penghangat ruangan, ruang TV, kolam renang, bar, dapur, 2 ruang makan, ruang press, ruang meeting, laundry, dan Medical Centre. Gedung utama berikut adalah gedung untuk tamu ditempatkan, yang juga beberapa pemain dari Departemen Pemain Muda tinggal. Para pemain muda ini datang dari berbagai tempat di Italia dan dari luar negeri juga. Pergi ke sekolah seperti anak remaja pada umumnya, dan pada siang hari mereka menghadiri sesi latihan di lapangan untuk mengasah kemampuan mereka. Milanello Ruang Ganti Gedung terpisah masing-masing dari ruangan utama yang terdiri dari dua ruang ganti (satu untuk tim utama, dan yang lain untuk tim yunior) dan sebuah gym yang sangat modern dengan peralatan Technogym tingkat lanjut, adalah kebanggaan Milan. Gym Gym yang ada benar-benar direnovasi pada musim 2000-2001. Ruang latihan indoor diperluas dua kalinya. Sebuah Gym yang berteknologi tinggi dapat memberikan perkiraan latihan dan evaluasi jadwal latihan untuk masing-masing pemain. Hal tersebut adalah salah satu yang paling inovatif dimana pemain dan staff dapat menggunakan peralatan konvensional dan tercanggih di dunia. Renovasi peralatan Gym di Milanello menyediakan mesin untuk melatih kekuatan otot dan jantung, mesin untuk pemulihan sendi dan evaluasinya (REV 9000), Technogym System, kunci untuk mengatur protokol program pelatihan dan rehabilitasi individu. Milanello saat ini telah diakui oleh semua operator internasional sebagai pusat olahraga nomor satu di dunia. Tim nasional Italia sering menunjuknya sebagai lokasi untuk melatih para pemain dalam menghadapi turnamen, seperti Piala Dunia atau Piala Eropa. Fasilitas Akomodasi dan pelayanan terbaik yang ditawarkan di Milanello dalam kondisi ideal oleh manajemen terbaik bagi aktifitas olahraga pada tingkat kualitas yang tinggi.
Read More

Prestasi Milan hingga saat ini...

| |
0 Komentar
Prestasi Milan

* (Italian championship)
o Winners (17): 1901, 1906, 1907, 1950-51, 1954-55, 1956-57, 1958-59, 1961-62, 1967-68, 1978-79, 1987-88, 1991-92, 1992-93, 1993-94, 1995-96, 1998-99, 2003-04
o Runners-up (14): 1902, 1947-48, 1949-50, 1951-52, 1955-56, 1960-61, 1964-65, 1968-69, 1970-71, 1971-72, 1972-73, 1989-90, 1990-91, 2004-05

* Serie B (second division)
o Winners (2): 1980-81, 1982-83
o Runners-up (0): none

* Coppa Italia (Italian Cup)
o Winners (5): 1966-67, 1971-72, 1972-73, 1976-77, 2002-03
o Runners-up (7): 1941-42, 1967-68, 1970-71, 1974-75, 1984-85, 1989-90, 1997-98

* Super Coppa di Lega (Italian Super Cup)
o Winners (5): 1988, 1992, 1993, 1994, 2005
o Runners-up (3): 1996, 1999, 2003

* UEFA Champions League (former European Cup)
o Winners (7): 1962-63, 1968-69, 1988-89, 1989-90, 1993-94, 2002-03, 2006-07
o Runners-up (4): 1957-58, 1992-93, 1994-95, 2004-05

* UEFA Cup
o Winners (0): none
o Runners-up (0): none

* Cup Winners' Cup
o Winners (2): 1967-68, 1972-73
o Runners-up (1): 1973-74

* European Super Cup
o Winners (4): 1989, 1990, 1994, 2003, 2007
o Runners-up (2): 1974, 1993

* World Club Championship (former Intercontinental Cup)
o Winners (4): 1969, 1989, 1990, 2007
o Runners-up (4): 1963, 1993, 1994, 2003

* Mitropa Cup
o Winners (1): 1981-82
o Runners-up (0): none

* Latin Cup (unofficial)
o Winners (2): 1951, 1956
o Runners-up (1): 1953


Records

* Victory: 9-0 v Palermo, February 18, 1951
* Away victory: 0-8 v Genoa, June 5, 1955
* Most points in a season (3 pts-win): 82 (2003-04, 18 teams)
* Most points in a season (2 pts-win): 60 (1950-51, 20 teams)
* Most victories in a season: 27 (1949-50, 20 teams)
* Lowest defeats in a season: 0 (1991-92, 18 teams)
* Most goals scored in a season (by team): 118 (1949-50, 20 teams)
* Most goals scored in a season: 35 Gunnar Nordahl (1949-50, 20 teams)
* Lowest goals against in a season (by team): 14 (1987-88, 16 teams)
* Longest unbeaten run: 58 begun on May 26, 1991 (0-0 v Parma), ended on March 21, 1993 (0-1 v Parma)
* Most appearances: 584 Paolo Maldini (out of 821)
* Most goals scored: 210 Gunnar Nordahl (out of 221)



Read More

Selasa, 22 Desember 2009

HistoRy Of "AC MiLaN"

| |
1 Komentar

Markas besar MILAN pertama kali didirikan di 'Fiaschetteria Toscana' di Via Berchet di Milan, pada tahun 1899. Dari momen itulah sebuah sejarah besar tentang klub sepakbola AC Milan, untuk lahir sebagai klub yang menorehkan namanya dalam buku rekor sepakbola, khususnya pada 15 tahun terakhir, menjadi satu dari tim paling terkenal dan tersukses di dunia.


Sejarah Rossoneri diukir oleh nama-nama legendaris yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan klub, baik mereka adalah seorang presiden, pelatih, maupun pemain.


Presiden pertama AC Milan adalah ekspatriat asal Inggris, Alfred Edwards, yang memberikan kemenangan kejuaraan untuk pertama kalinya, yang terjadi 2 tahun setelah pendirian klub.


Presiden dengan paling banyak meraih kejuaraan adalah Silvio Berlusconi yang mengambil alih MILAN mencapai puncak permainan di dunia, pada tahun 1986.


Sebuah tim besar membutuhkan pelatih yang hebat, dan Milan tentu saja telah mendapatkan ilmu dari talenta pelatih yang luar biasa. Mereka-mereka adalah Gipo Viani, Nereo Rocco, dan Nils Liedholm adalah allenatore pada awal-awalnya, dan diikuti oleh Arrigo Sacchi dan Fabio Capello yang menggunakan taktik dan strategi pada tingkat yang baru, yang digembar-gemborkan sebagai tim dengan penerapan sepakbola modern dalam permainannya.


Seiring perjalanannya, masing-masing orang yang terlibat didalamnya juga meyakinkan publik untuk selalu memainkan sepakbola yang spektakuler.
Sejarah


Orang yang mengantarkan Milan pada era Berlusconi adalah Sacchi dan dilanjutkan oleh Capello yang memenangkan berbagai trophy kejuaraan.


Sacchi memenangkan kembali Piala Eropa (Champions League, sekarang) dengan sebuah tim yang dianggap tim paling hebat dalam sejarah, atau dikenal dengan sebutan "The Dream Team". Juga meraih titel Serie A, Intercontinental dan European Super Cup.


Capello mengikutinya dengan 4 gelar juara Liga, 1 Piala Champions, dan 1 Piala Super Eropa. Alberto Zaccheroni menjaga tradisi juara, dengan memimpin tim ini mendapatkan 1 gelar juara liga pada awal tahun kepemimpinannya, sebelum pelatih asal Turki, Fatih Terim, mengambil alih pada periode singkat dan melepaskan kendali tim kepada Carlo Ancelotti.


Dengan skill manajerialnya, membawa Milan kembali ke puncak tertinggi di Italia maupun Eropa.


Kini, Milan di latih oleh Leonardo. Sampai saat ini di masih membuktikan skill manajerialnya yg baru 1x ini melatih klub.


Mari kita dukung AC MILAN agar berjaya kembali di pentas Serie - A dan Eropa.
FORZA MILAN !!!
Read More