Untuk kali pertama sepanjang sejarah, Manchester United pulang dari kandangnya AC Milan dengan kemenangan. Hal itu terjadi dalam leg pertama 16 besar Liga Champions antara kedua tim yang berlangsung di San Siro Stadium, Selasa (16/2) malam waktu setempat atau Rabu (17/2) dinihari WIB. MU unggul 3-2 (1-1). Penentu kemenangan MU atas Rossoneri adalah dua gol Wayne Rooney yang uniknya tercipta lewat sundulan kepala. Dengan demikian, dalam leg kedua di Old Trafford, Rabu, 10 Maret mendatang, MU cukup bermain imbang untuk melaju ke babak perempat final.
Dalam pertandingan tersebut, seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Milan menurunkan Daniele Boniera. Kejutan lain yang dilakukan Leonardo adalah memberi kepercayaan kepada David Beckham untuk tampil sebagai starter. Di lain pihak, MU menurunkan formasi 4-2-3-1 dimana Park Ji-Sung mengisi posisi Ryan Giggs dan Wayne Rooney dijadikan target man.
Baru 135 detik babak pertama dimulai, Milan telah unggul 1-0 lewat sepakan Ronaldinho. Gol ini bermula dari free-kick Beckham yang dicoba dihalau Patrice Evra dengan tendangan saltonya. Namun, bola jatuh ke kaki Dinho. Dari jarak 12 meter, tembakan Dinho membentur badan Michael Carrick. Alhasil, arah bola berubah dan membuat kiper MU, Edwin van der Sar mati langkah. 1-0 untuk Milan.
Unggul kian membuat tuan rumah bersemangat. Di lain pihak, Rio Ferdinand dkk tampak terkejut dengan gol cepat tersebut. Lima menit kemudian, Dinho kembali mengancam. Mendapat ruang tembak di kotak terlarang, sepakannya masih dapat diselamatkan Van der Sar. Di menit ke-10, Milan nyaris unggul 2-0 ketika bek kiri Luca Antonini yang naik membantu serangan lolos dari kawalan Rafael da Silva. Sayang, tendangannya masih melenceng di sisi kanan gawang MU.
Di menit ke-18, Dinho melakukan diving di kotak penalti. Semenit kemudian MU baru mendapat peluang pertama lewat tembakan keras kaki kiri Rooney yang masih melenceng dari sasaran. Memasuki menit ke-30, lini pertahanan MU tampak masih rapuh nan keropos. Terbukti tiga menit kemudian, Klaas-Jan Huntelaar berhasil melepaskan diri dari kawalan Ferdinand yang tampil buruk. Namun, tembakannya masih tipis menyamping di sisi kanan gawang MU.
Di tengah-tengah masih dominannya penampilan Milan, MU berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat Paul Scholes di menit ke-36. Gol yang berbau keberuntungan. Bermula dari akselerasi Ji-Sung di sektor sayap kiri pertahanan Milan. Bola disodorkan kepada Fletcher yang langsung memberikan umpan silang ke kotak penalti. Bola disambar Scholes. Sejatinya sepakan Scholes tak sempurna. Bola justru mengenai kaki kirinya dan lajunya berbelok ke pojok kiri gawang Dida. Lima menit sebelum jeda, Milan kembali mendapat peluang lewat Dinho. Berhasil mengelabui Scholes dan Fletcher, tembakan Dinho di luar kotak penalti masih dapat diblok Van der Sar.
Di awal babak kedua, lengahnya lini pertahanan nyaris membuat gawang MU kebobolan. Lepas dari pengawasan Ferdinand dan Evra, Alexandre Pato yang berdiri bebas mendapat umpan manis dari Giuseppe Favalli, Sayang, sundulan Pato justgru melambung. Di menit ke-52, Van der Sar melakukan save dengan mentip bola hasil free-kick Andrea Pirlo. Delapan menit berselang, Ferdinand kembali melakukan blunder. Alhasil, Dinho mendapat ruang tembak yang bebas. Untung bagi MU, Van der Sar kembali sigap dan menepisnya.
Tak dinyana, tiba-tiba MU tampil dominan. Adalah Rooney yang mengubah wajah pertandingan lewat gol cantiknya di menit ke-66 lewat sundulan—mirip dengan gol Lionel Messi ke gawang MU di final Liga Champions musim lalu—memanfaatkan umpan matang Antonio Valencia yang baru masuk ke lapangan menggantikan Nani. Sundulan Rooney yang menang duel dengan Bonera begitu terukur dan menghujam sudut kiri gawang Milan. Dida hanya termangu. 1-2 untuk MU.
Delapan menit berselang, Rooney kembali membuktikan dirinya menjadi salah satu striker terbaik di dunia saat ini. Lagi, memanfaatkan umpan lambung Darren Fletcher, lewat sundulannya Rooney membuat Dida terkecoh. 1-3 untuk MU. Milan kian kacau. Di saat sebagian fans Milan meninggalkan San Siro lima menit sebelum waktu normal berakhir, Seedorf membuka harapan tuan rumah. Meneruskan umpan mendatar Dinho, lewat back-flick kaki kirinya Seedorf mengelabui Van der Sar yang salah langkah. Skor berubah menjadi 2-3, masih untuk MU.
Gol yang membuat Milan mendapat second wind. Beberapa detik kemudian, tendangan Filippo Inzaghi melambung jauh. Peluang terbaik Rossoneri diraih di menit ke-89. Bermula dari tendangan sudut yang dieksekusi Pirlo. Nesta dan Silva berebut bola di udara. Alhasil, meski keduanya berdiri dalam posisi yang bebas, sundulan Silva jadi menyamping. Dua menit di injury time, MU kehilangan Michael Carrick yang mendapat kartu kuning kedua alias kartu merah. Meski demikian, sampai peluit akhir berbunyi, keunggulan 2-3 bagi MU tetap bertahan.
Read More